Sunday, February 20, 2011

Takdir saya

"Our destiny changes with our thought; we shall become what we wish to become, do what we wish to do"
[Orison Swett Marden]

Dunia ini nampak kecil?
Mungkin bagi yang bertemu dengan sesuatu yang mustahil.
Dunia ini kelihatan begitu besar?
Saya tegak di sisi pernyataan itu.


Dunia ini terlalu besar bagi saya.
Kerana besarnya, kadang-kadang saya terasa ia akan menelan saya hidup-hidup.
Bagaimana saya hidup senegeri dengan 'dia' tetapi tidak pernah crossed each other.
Bagaimana saya menjelajahinya tetapi tetap masih terlalu luas  yang tertinggal untuk diterokai.


Dunia yang saya pijak hari ini pasti telah berubah dari dunia yang pertama kali dipijak Hawa.
Yang belum berubah hanya langit dan perhiasannya. 
Bulan yang dilihat Adam dan Hawa masih lagi bulan yang saya lihat sekian malam.
Matahari yang muncul setiap dinihari juga masih sama dengan matahari yang menghiasi dinihari Hawa.


Dunia ini ada takdir-takdirnya yang tersendiri.
Yang diselingkan dengan takdir manusia yang hidup setiap zamannya.
Yang di dalamnya terselit juga takdir saya dan 'dia'.
Takdir yang sudah ditulis Tuhan untuk tidak bersilang antara satu sama lain.
Takdir yang kami yakini dari Tuhan dan menerimanya selepas bertarung untuk menukarnya.

Wednesday, February 16, 2011

Perjalanan yang masih berjalan

"everyday is a journey and the journey itself is home"
[Matsuo Basho]

Untuk berada di tempat saya sekarang ini,
saya telah melakukan perjalanan yang lumayan panjang.
Telah bertemu dengan yang namanya Mr. Kegagalan sebelum akhirnya menemui Mr. Kejayaan.
Saya juga sudah biasa bejumpa dengan kesedihan yang berakibat menitiskan airmata.
Sudah selalu dikhianati ramai manusia.
Sudah kerap disakiti orang sekeliling.
Saya tidak bongkak untuk berkata; 
hidup saya berawal dengan segala kegetiran dan belum berakhir sampai hari ini.


Perjalanan yang sudah 30 tahun saya akrabi ini;
senangnya sedikit, susahnya berjela tanpa jeda.
ketawanya sekejap, tangisannya belum berhujung sampai hari ini.
Saya berprasangka;
mungkin Tuhan sudah tidak mahu memprhatinkan saya.
mungkin doa saya tidak sampai kepada-Nya.
ataukah DIA sedang sibuk mempersiapkan saya untuk sesuatu yang TERBAIK???


Seperti kata seorang blogger Indonesia;
tetaplah bertahan hidup walau bagaimana susah sekalipun jalannya, kerana bertahan hidup bukanlah bermaksud kita takut mati.
Saya kira itu nasihat paling sesuai untuk saya waktu ini.


p/s :
Saya ingin kembali ke 2010
["kembali" sememangnya kenangan yang paling indah]

Thursday, February 3, 2011

Musim Hujan

"Let a smile be your umbrella, and you will end up with a face full of rain"
[George Carlin]

Tidak begitu lama dulu, saya tidak suka kalau hujan turun.
Tanah dilaman rumah saya akan becak,
kasut sekolah saya bakal kotor,
atap rumah saya bakal bocor,
paling negatif bila saya malas bangun pagi bila hujan turun.


Itu cerita zaman sekolah dulu,
waktu saya tidak kenal rapat dengan alam,
waktu saya hanya mementingkan diri sendiri,
waktu saya tidak banyak membaca buku dan fikiran-fikiran ilmuan ulung,
waktu saya berada di zaman jahiliah hidup saya.


Saya sudah tahu erti hujan sekarang.
Saya sudah tidak merungut lagi bila hujan turun.
Saya sudah pandai mengendalikan emosi 'tidak suka' saya kepada hujan.
Saya sudah belajar kenapa hujan mahu bertamu ke bumi.


Sekarang saya sangat suka dengan hujan,
suka dengan haruman khas yang dibawanya kepada tanah,
suka dengan keramahannya kepada pohon-pohon,
suka dengan rintik-rintiknya yang seperti kristal jatuh dari langit,
suka dengan bunyi yang terhasil bila ianya menimpa bumbung rumah.


Saya dan hujan punya banyak cerita yang bersamaan.
Ianya menemani saya dalam momen-momen penting.
Ia menemani saya bertemu dengan 'harapan' saya beberapa tahun yang lalu.
Ia menemani saya ketika saya bersendirian menjalankan tugas di sekolah dulu.
Ia menjadi saksi jatuh-bangun hidup saya 3 dekad ini.
Banyak jasa hujan yang tidak terbalas meski sampai saya bertemu tanah nantinya.
Waktu itu saya berharap dia juga menemani saya.
Melihat hujan seperti melihat harapan-harapan kecil yang Tuhan kirimkan dari langit  kepada saya.